Rindu yang duduk
Dan diam di antara taman matamu
Telah beranjak
Pada lipatan pagi
Yang sengaja bersekutu
Dengan kelu napasmu

Akhir yang tak sengaja
Menjadi lumbung dan lambung waktu
Ia tak rela
Pada kedip matamu
Yang menancap kata-kata
Di pusara rasa

Dan sepi,
Ia bagai gigil pagi
Yang meronta pada kesepian
Dan memanggilmu
Dalam luka yang bayang

Jakarta, 060916

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here