Sebelum hujan reda
Aku tak sempat berteduh
Sebab rintiknya adalah puisi
Dan rinainya adalah kamu

Di bawah derai yang deras
Deru dadamu kudengar berdetak
Berdentum bagai angin yang silir
Berdebar bagai napas yang sengau

Sebelum hujan reda
Gelombang matamu membanjiri segenap mataku
Dan membasahi rindu
Yang kubawa dari perjalanan

Aku berjalan di antara hujan
Yang perlahan reda
Sedang di jalan itu,
Rindu kian deras
Membasahi pipimu yang landai
Dan mengguyur tubuhmu yang jatuh
Ke dalam pelukan hujan
Yang tak pernah reda
Sebab kau menjadi derai dan derasnya.

Jakarta, 270318

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here