Sedang waktu semakin cemburu
Pada gelembung musim
Yang senantiasa diam
Di antara relung matamu

Antara kamu dan musim
Selalu berseteru pada muara kemarau
Yang kadang nanar
Di tubuh waktu
Dan berakar di nadimu

Antara kamu dan puisi
Selalu lahir rindu
Dari rahim kata
Yang diam dan berdiam
Di senja tubuhmu

Musim selalu bereuni
Dengan kata dalam rahim dadamu
Menunggu rindu lahir
Menjadi puisi
Dan menjadi kamu.
Januari!

Jakarta, 120117

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here