Antara tubuh yang linglung
Dan embun yang nanar
Matahari hanya sisa risau
Yang berbekas di kasur tidurmu
Ia merasa lapuk
Sebab biasnya telah kau ambil

Di jendela
Matahari mengintip matamu
Menyaksikan embun yang tergopoh
Mencari hangatnya pagi
Di antara kelu bibirmu

Di langit
Matahari menjadi Ibu
Bagi rindu
Dan bagimu.

Jakarta, 200317 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here