Ia mendatangimu pada pagi yang biasa
Membawa aroma embun
Menggenggam bias matahari

Di bawah dingin angin
Kau bersenda dengan rindu
Dan daun-daun kering
Yang menunggu musim tiba
Dan kamu memungutnya

Pada pagi itu
Antara hujan dan kemarau
Menjadi pertemuan pagi dan siang
Dan Januari yang meriang
Sebab kamu memanah matahari
Lewat busur matamu.

Lalu, ia mendatangimu kembali
Pada Januari yang tak lagi sama
Membawa cerita tentang senja
Yang terseret musim Desember
Dan tertidur pada pagi yang sepi.

Januari kali ini
Ia datang kembali
Menagih rindu yang pernah lelap
Di matamu.

Jakarta, 120118

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here