ada pagi yang meronta
pada matahari yang enggan
sebab ia menggigil
oleh embun yang beku
di bawah dagumu
sementara hujan mulai mengintipnya dengan derai
dan mendekapmu dengan basah
lalu, aku meneguk dingin yang kau baca
di dalam pekat yang kau ubah, menjadi manis
dan kau berkata:
“Aku kangen sama kita”

Jakarta, 030215

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here