Dioarama Rumah Petani di Museum Pertanian
Dioarama Rumah Petani di Museum Pertanian

Museum Pertanian: tempat yang mengajak bernostalgia. Biasanya, ketika datang ke museum kita selalu berpikir bahwa hanya akan disuguhkan beragam koleksi kuno yang monoton. Tapi tidak dengan Museum Tanah dan Pertanian yang berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda No 98 Bogor ini.

Museum tersebut benar-benar mengajak kita bernostalgia dengan masa lalu yang dikemas dengan konsep masa kini. Kita akan betah dan berlama-lama di dalam museum tersebut.

Bagaimana tidak, sejak memasuki pagar di depan bangunan utama, suguhan bangunan yang sudah berusia ratusan tahun menjadi sasaran utama mata kita ketika tiba di lokasi itu.

Museum yang resmi dibuka pada Senin, 22 April 2019 tersebut dihadiri oleh beberapa Menteri Pertanian pada masanya. Juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim.

Koleksi yang terdapat di Museum Pertanian
Koleksi yang terdapat di Museum Pertanian

Museum Pertanian ini berada satu komplek dengan Museum Tanah. Lokasinya juga tidak jauh dari Kebun Raya Bogor hanya berjarak beberap meter saja. Jika kita masuk ke Museum Tanah kita disuguhkan beragam koleksi tanah, maka berbeda ketika masuk ke Museum Pertanian.

Museum Pertanian memiliki empat galeri utama yang menyuguhkan beragam koleksi masa lalu dengan konsep masa kini.

Di lantai satu, kita akan disambut oleh berbagai informasi komoditas pangan di Indonesia. Informasi tersebut diilustrasikan dalam bentuk diorama pengolahan lahan sawah, rumah petani, dan alat pertanian yang ditampilkan dengan tampilan masa kini sehingga membuat pengunjung termasuk saya betah untuk berfoto-foto.

Berkunjung ke Museum Pertanin seakan memasuki lorong waktu. Kita akan dibawa pada masa lalu, pada ratusan tahun lalu dengan beragam diorama dan pemandangan juga informasi yang membuat saya betah di dalamnya.

Lanjut ke lantai dua, kita disajikan Galeri Kebijakan dan Komoditas yang menggambarkan perkembangan pertanian Indonesia dari era kolonial. Di lantai ini, kita disajikan rangkuman pembangunan pertanian dari tahun 1600 hingga 2019.

Tidak berhenti di situ, pengunjung juga akan dimanjakan melalui Galeri Pertanian Masa Depan dan Lumbung Pangan Dunia 2045 yang terdapat di lantai 3.

Dalam galeri ini pengunjung dapat melihat bagaimana pengembangan pertanian 4.0 dengan sangat apik. Ilustrasi penggunaan teknologi canggih seperti drone, market smart farming hingga “Atutonomous Tractor” traktor tanpa awak yang menggunakan sistem GPS berbasis Real Time Kinematika juga dapat pengunjung temukan di galeri ini.

Sesuai dengan tema museum ini, yaitu “Bertolak dari Masa Lalu, Menapak ke Masa Depan”, museum ini benar-benar hadir untuk menyampaikan informasi sejarah perjuangan dan perkembangan pertanian bangsa dari masa lalu hingga sekarang serta ilustrasinya pada masa yang akan datang.

Koleksi yang terdapat di Museum Pertanian
Koleksi yang terdapat di Museum Pertanian

Galeri lain, yaitu galeri keempat terletak di gedung D. Galeri ini memiliki lima zona ruangan terpisah dengan spot edukasi dan visualisasi yang menarik.

Galeri Peternakan menampilkan berbagai perkembangan teknologi peternakan yang disajikan dalam bentuk video pendek, diorama, poster, dan beberapa artefak.

Di gedung D ini kita juga dapat menikmati pemandang Gunung Salak secara langsung dari atap gedung atau rooftop. Di rooftop kita akan merasakan sepoi angin dan pemandangan Kota Bogor juga gagahnya Gunung Salak secara langsung.

Rooftop gedung D Museum Pertanian.
Rooftop gedung D Museum Pertanian.

Di tempat itu juga kita bisa bersantai dan berfoto ria dengan pemandangan saung atau bangunan kecil yang membuat kita betah.

Museum Pertanin ini buka dari Senin sampai Jumat pukul 08.00-16.00 WIB. Jika mau berkunjung ke museum ini, siapin baterai dan memori yang banyak ya, karena kamu akan betah dan tidak akan berhenti berfoto-foto di sana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here