Malu bertanya, keren di jalan merupakan salah satu pelesetan dari peribahasa “Malu bertanya, sesat di jalan” oleh salah seorang temanku ketika di pesantren dulu. Ketika saya sedang diajak XL Axiata untuk mengeksplorasi beberapa kota di dua negara akhir tahun lalu dengan menggunakan salah satu produk barunya, salah satunya adalah Johor, Malaysia, tiba-tiba saya teringat pelesetan peribahasa di atas.

Sebelum ingatan itu tiba-tiba muncul, saya dan teman-teman mengeksplorasi sekitar Twin Tower atau Menara Kembar pada pagi harinya dan Kota Melaka pada siangnya. Kemudian dilanjutkan ke Johor Premiun Outlet, salah satu tempat belanja swalayan yang begitu besar di Johor. Kami tiba di sana pada sore sebelum petang setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam.

Sebelum memasuki area Johor Premium Outlet, kami turun dari bus yang mengantar kami dan di pintu masuk diberi kertas lebar yang dilipat. Kami masuk ke area tersebut dengan kertas yang dilipat rapi. Kertas tersebut merupakan peta lokasi swalayan atau tempat belanja yang sangat lengkap di lokasi tersebut. Tidak hanya itu, peta tersebut dilengkapi dengan nomor toko juga musala dan toilet. Kertas itu jugalah yang menuntun ingatan saya pada pelesetan peribahasa di atas.

Sebagin langsung menyebar ke beberapa tempat, sedang saya dan beberapa teman masih mundar-mandir di depan swalayan tersebut. Dengan sok kerennya, kami mencari toilet melalui peta yang kami terima. Sembari duduk di salah satu kursi panjang di depan salah satu swalayan, kami seperti turis yang tengah mencari alamat lewat peta itu.

Beberapa teman kami penasaran dengan yang kami lakukan sehingga menghampiri. Dan apa yang mereka katakan ketika tahu bahwa kami mencari toilet di peta tersebut? “Sialan! Kirain nyari apaan!” kata salah seorang dari mereka yang kesal dengan kelakuan kami. Ada juga yang bilang, “Sok keren pake peta segala. Cuma nyari toilet,” kesalnya. Kami hanya tertawa terbahak-bahak menyaksikan kekesalan mereka.

Saya tiba-tiba ingat pelesetan peribahasa oleh teman saya di pesantren dulu, yaitu “malu bertanya, keren di jalan” tersebut. Dalam hati saya sembari tersenyum dan tertawa, benar juga kata teman saya itu, bahwa malu bertanya, keren di jalan. Lalu saya juga tertawa mengikuti yang lain karena sudah berhasil membuat keisengan sore itu. Kami pun tertawa bersama dan menemukan apa yang kami cari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here