Malam Puisi 6 Komunitas Ranggon Sastra

Suara tambur dan gitar beradu menjadi gemuruh malam yang bisu. Lelehan beberapa lilin dan temaramnya menjadi melodi cahaya yang berdenyar. Suatu malam yang senyap tetapi menggema dengan suara-suara yang mengentak pada langit malam. Tanah yang kering dan retak menyambut dengan sumringah.

Kesiuran angin sejenak berhenti mendengar Assalamu’alaikum-nya Hamid Jabbar digemakan. Sementara beberapa pasang mata masih mengitari resapan malam yang masih belia. Komunitas Ranggon Sastra (KRS) untuk keenam kalinya mengadakan Malam Puisi di tempat yang sama dengan konsep panggung yang sedikit berbeda. Pada Malam Puisi kelima bentuk panggung lesehan yang dikelilingi oleh temaram lilin berbentuk hati, namun pada Malam Puisi keenam ini, anggora (sebutan untuk anggota KRS) menyajikan konsep panggung yang sedikit berbeda. Dengan latar belakang kebun yang gulita dan beberapa cahaya lilin yang melingkar berbentuk separuh ujung anak panah memberi warna dan estetika tersendiri pada kegiatan sakral ini.

Pesta puisi, kata-kata ini seringkali diungkapkan oleh beberapa anggora ketika akan melaksanakan dan merayakan acara sakral ini. Malam Puisi Komunitas Ranggon Sastra yang sudah diadakan untuk keenam kalinya dengan konsep sederhana dan menggunakan lighting (pencahayaan) cahaya lilin yang dibentuk sedemikian rupa oleh tim artistik KRS. Kegiatan sakral ini berjalan seperti biasa dengan agenda pembacaan puisi berantai dan diiringi beberapa alat musik seperti gitar dan alat musik lainnya.

Malam mulai senyap dan gema suara masih menggelegar di bawah lelehan lilin pada malam itu. Para anggora tetap memacu vokalnya dengan melantangkan suara pada gumpalan aksara yang tertera di dalam puisi-puisi malam itu. Hingga Assalamu’alaikum 2-nya Hamid Jabbar digemakan, Malam Puisi malam itu berakhir dan dilanjutkan dengan diskusi sederhana seputar seni, sastra dan kepenulisan. Malam Puisi ini diadakan seperti biasa pada Sabtu malam dan di lokasi yang sama dengan Malam Puisi sebelumnya, yaitu di halaman (kebun) sekretariat Komunitas Ranggon Sastra, Jakarta. >>@MH_Kholis

SHARE
Previous articlesemusim
Next articletembang E dan S

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here