Sejak sore jelang malam, langit begitu teduh dan sedikit gelisah oleh matahari yang sendu. Gemuruh suara bergema dari penjuru waktu. Suara-suara sengau pun menjelma nyanyian menyambut malam. Sejenak temaram menjadi ruang di antara trotoar malam. Dan Plaza Teater Kecil menjadi saksi atas bisunya hujan yang berdialog dengan teater malam itu.

Pada detak jam yang terus berderu, tepat pada 19.00 genderang suara menjelma tabuhan pesta yang begitu riang. Derap kaki beradu dengan waktu yang bising. Sebuah perhelatan akbar akan segera dimulai, yaitu Pembukaan Festival Teater Jakarta 2016 yang menjadi lebaran bagi pegiat teater di Jakarta.

Pada tahun ini Festival Teater Jakarta (FTJ) menyajikan beragam pertunjukan dengan tema “Transisi” yang ditulis menyerupai pemrograman komputer: //trans><isi//. Selain menyajikan pertunjukan, FTJ tahun ini juga menyelenggarakan beragam lokakarya pertunjukan yang terbuka untuk umum. Seperti, lokakarya Sensor Gerak, Fotografi Seni Pertunjukan, Jurnalisme Seni Pertunjukan, Riset Teater lewat Jalan Murai. Selain itu, ada juga program kuratorial FTJ 2016, pameran dan diskusi arsip, pasar seni, dan kafe aktor.

Jpeg
T.T.T (To the Tit). 

Festival Teater Jakarta 2016 dibuka di Plaza Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, 21 November 2016 pukul 19.00 WIB. Ada yang berbeda pada pembukaan FTJ tahun ini  dengan pembukaan tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun-tahun sebelumnya pembukaan FTJ diadakan di dalam gedung Teater Kecil, tahun ini di luar ruang atau di Plaza Teater Kecil. Perbedaan tersebut adalah relevansi dari tema yang dihadirkan, yaitu “Transisi” atau peralihan.

 

Jpeg
T.T.T(To the Tit). 

Hujan dan Teater

Pembukaan FTJ 2016 tidak hanya disaksikan oleh ratusan bahkan ribuan pasang mata saja, tetapi hujan pun turut serta menjadi bagian dari mata yang tersirat di antara mata-mata yang temaram malam itu. Derai dan derasnya pun menjadi gelembung yang bisu pada setiap gerak dan geriknya. Penonton pun turut menyambut perhelatan acara yang dibuka dengan pertunjukan pentas kolaborasi yang sangat memesona. Sementara hujan perlahan beranjak seakan berdialog dengan pertunjukan malam itu.

Pentas kolaborasi sejumlah seniman berjudul T.T.T (To the Tit) menjadi pembuka acara FTJ tahun ini. Pentas kolaborasi tersebut disutradarai Yustiansyah Lesmana (Jakarta), Dramaturg Taufiq Darwis (Bandung), dan Esamble Tikoro (Bandung). Pertunjukan tersebut berlangsung di sekitar Plaza Teater Kecil dengan dilengkapi seni instalasi bambu berbentuk paus raksasa berjudul The Leviathan Lamalera karya Jonas Sestakresna (Denpasar).

Jpeg
Kuratorial FTJ 2016 
Jpeg
Kuratorial FTJ 2016 

Perhelatan Festival Teater Jakarta 2016 ini akan berlangsung hingga 9 Desember 2016 di Taman Ismail Marzuki, Jakata Pusat. Pada tanggal tersebut akan digelar acara penutupan dengan beragam acara yang tidak akan kalah seru dan menarik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here