hey, kamu pagi, ya?
aku selalu ada di butamu, bermanja dengan angin yang mulai berdesau.
dan kamu diam. menatap embun yang kubaca. dari ujung daun yang hampir jatuh.
tapi kamu menahannya.
hey, pagi.
kau masih diam, lalu.
kau beranjak pada bias matahari.
yang kau berikan padaku, lewat celah rindu yang menggigil.
kau berucap:
kamu adalah rasa yang mengembara.
malam tadi, aku menatapmu dalam deru hujan.
kau menari bersama rintik dan derainya.
lalu kau memanggilku.

hey, pagi. aku menulismu.
menjadi kabut bisu.
dan kau ubah menjadi bayang
tapi aku menggerung.
sebab, desahmu membekukan napasku.
dan kamu menghampiri,
sembari berkata, dengan lembut:
kamu masih mimpi. lekaslah buka matamu.
aku sudah menulis matahari.
ia berdiri di antara dedaunan yang kau rayu.
dan ia akan menjadi kamu,
dan menjadi rupanya. yang kau minta padaku.

Jakarta, 290115

SHARE
Previous articleAlquran dan Puisi
Next articlepercakapan hujan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here