Judul : The Graffiti Lover
Penulis : Arul Khan
Penerbit : PT Syaamil Cipta Media
Cetakan : I, September 2005
Tebal : viii + 168
ISBN : 979-3977-85-X

Cinta, senantiasa menjadi bumbu yang tak pernah hambar. Ia seperti belikat senja yang melerai malam dan menghasutnya pada purnama. Bahwa, ada sebuah coretan pada pelipis bulan yang begitu saja lahir dari erangan sepi yang menyalak. Sebab ia tak mampu membawa duka pada bias purnama tersebut.
Arul Khan, melalui novel “The Graffiti Lover” yang ia tulis dan sampaikan secara lugas dan penuh jebakan yang membuat pembaca harus berhati-hati melalui jebakan tersebut agar tidak ada alur yang terlewati. Cerita sederhana tentang persahabatan yang jarang ditemui di dunia nyata saat ini begitu deskriptif ia sampaikan. Cerita tersebut mulai dibangun dengan hadirnya beberapa tokoh inti yang berperan sebagai tokoh ketiga dalam novel ini. Peulis sekali-kali mengajak dan mengingatkan pembaca melalui deksripsi tokoh atau alur dalam cerita tersebut.
“The Graffiti Lover” menceritakan persahabatan yang begitu kental dengan hobi yang mereka bangun bersama dan menjadi sebagian penyangga dalam hidup sehari-hari mereka. Hobi tersebut adalah membuat graffiti atau coretan indah penuh estetik pada dinding jembatan atau jalan layang yang sengaja mereka pilih untuk menjadi tempat penyaluran hobi mereka. Sejak awal cerita, novel ini lebih banyak fokus pada sebuah graffiti saja sehingga bumbu cinta hanya menjadi sakadar penyedap rasa saja dalam cerita ini.
Konflik yang dibangun dalam novel ini sejak awal mulai dilambungkan ke permukaan pembaca oleh penulis, yaitu melalui sebuah peristiwa kecil namun berdampak besar; ketika graffiti karya mereka yang menamakan diri “Brantac” sengaja dikotori dan dirusak (dalam hal ini ditimpa dengan graffiti lain) oleh bomber lain yang tidak dikenal dan hanya meninggalkan jejak berupa sebuah nama yang dianggap sakral dalam mitologi Yunani.
“Brantac” adalah sebuah geng yang beranggotakan Chandra, Ipung, Anjas, Didit, dan Gege. Keragaman karakter dalam geng tersebut menjadi pelengkap satu sama lain dalam menjalankan hobinya. Geng “Brantac” dilengkapi lagi oleh seorang anggota, yaitu Roni. Roni inilah yang menjadi titik kulminasi cerita dalam novel ini yang membawa pembaca sedikit mengurai kembali sebuah kejadian tidak terduga yang mengakibatkan dirinya harus duduk di kursi roda. Juga pada akhir cerita bahwa Ronilah yang pantas menjadi penyemprot (penge-bom) pertama pada graffiti baru yang disaksikan oleh bomber lainnya.
Bomber adalah sebutan bagi mereka yang bergelut di dunia graffiti. Bagi mereka graffiti adalah sebuah karya yang memperindah dan mempercantik jalanan yang hanya dipenuhi oleh lampu dan pemandangan kosong lainnya. Mereka bersatu tidak hanya di Jakarta, namun di daerah lain seperti Bandung, Yogyakarta dan daerah lainnya.
Ada konflik batin yang belum mencapai orgasme dalam novel ini, yaitu perasaan yang mulai menggelembung dalam dada Didit tiba-tiba buyar begitu saja ketika tahu bahwa perempuan (Maya) yang ia dengar suaranya sekilas dan meninggalkan jejak di dadanya adalah tunangan sahabatnya, yaitu Anjas. Ini menjadi salah satu bumbu yang membawa pembaca pada titik lain dalam novel ini.
“The Graffiti Lover” adalah sebuah cerita ringan yang penuh jebakan di dalamnya. Penulis tidak hanya menyajikan sebuah diorama persahabatan saja, tetapi pesan moral yang disampaikan melalui dialog tokoh sangat jelas dan mudah dipahami.

Kekurangan
Kompleksitas dalam sebuah karya selalu menjadi alur yang tidak pernah dihindarai oleh penulis ketika menulis karyanya. Dalam novel ini hal tersebut tidak terlalu disajikan.

Kelebihan
Novel ini memiliki alur yang sederhana namun penuh makna yang disampaikan oleh penulisnya. Pesan moral yang disampaikan melalui karakter beberapa tokoh menjadi kelebihan dalam novel ini. Selain itu, novel ini juga mengajarkan betapa cinta dan persahabatan adalah sebuah muara yang senantiasa mengalir dan menyatu meski arus akan datang secara tiba-tiba.

Jakarta, 200516
@mhkholis
@MH_Kholis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here