Risalah Jalan Risalah Rindu

Pada soremu yang kerontang Sebilah senja menggenggam senyum Di lumbung matahari yang renta Aku menjadi tandu sepi di tepinya Dan kamu Menjadi sore yang cengang Sauh kita telah menjadi rumah Yang selalu menunggu rindu pulang Katamu Aku menyulam warna Yang kau tenun di antara...

Kenang-kenangan dari Perempuan Bersanggul

Kata, Yah, beberapa kata yang kau tinggal Kini telah beranak-pinak Menjadi gugusan warna Yang entah Ada yang mengutuk waktu Juga memangku pilu Ada yang membaca sendu Ada yang mengurung rindu Betapa kata telah linglung Ia mencari sanggul Yang kau pakai Di antara nanar senja Kini, kata telah...

Ziarah Rindu

Aku berziarah Pada rindu yang semakin jauh Ia menjadi musim Seperti matamu Selalu semi di mataku Pada daun yang jatuh Aku bertanya Pernahkan kau membaca Saat kemarau menulis rindu Menjadi sabit Dan mengering Aku berziarah Pada rindu yang berteduh Di bawah alismu Yang kueja saat kemarau menjadi sendu Dan...

Di Tubuhmu

aku seperti akar yang mati, kering tanpa rindu, lupa pada pasir, lumpuh di kesepian yang meradang, dan hilang perlahan. sebab di rumahku sudah melarat anggur, maka aku mengisap nadimu, menyeduh napasmu. dan perlahan rumahku hilang, dibawa angin yang entah, lalu, aku menjadi dewa yang murka, mengutuk...

Berlayar dalam Mimpi

Lautku yang biru Menjadi wasiat waktu Yang kuselami Dan kujarah ikan-ikannya Untuk kupersembahkan Padamu yang agung Aku tak peduli Ibu dan aku lapar Atau hanya dapat merasakan ekornya saja Aku tak peduli Sebab lautku terlalu kaya untuk kusayangi Aku berlayar Dalam mimpi yang pias Sebab sauh yang...

Kaleidoskop Rindu

Pagi yang setia Pada embun yang kian renta Siang yang lugu Mendekap matahari Yang lelap di bawah alismu Dan sore yang luka Ditinggal senja yang menua Aku dan musim Bagai pengantin yang berzikir Di atas tanah kering Dan retak oleh doa Kemarau menjadi luapan rindu Hujan...

Novemberku

Hari ini Hujan hanya mengaduh Pada rindu yang terguyur Di denah kata yang menggigil   Pada sepi yang bersembunyi Matahari mengusik rasa Mengajak angin surut Pada terik yang ditebarkan Dan suara yang diam   Selalu saja Rindu menjadi rintik Yang berderai Pada resapan waktu dan jarak   Biarkan, Biarkan laut tetap...

Balai Rindu

Antara petakan sawah Yang petak demi petaknya Menjadi gumpalan rindu Aku duduk di tepinya Merayu angin Yang desirnya Mengalahkan kicauan rasa Dan desaunya Menjadi puisi Aku mengibas senja Di antara tebing sore Menenunnya menjadi doa Dan membacanya Di bawah lesapan matanya Dan rindu Begitu adem Ketika sore menengadah Pada matahari Di atas...

Tentang Pagi dan Wajahmu

Pagi begitu riang Beriak pada bias Yang mengerling Pada embun Dan kering Wajahmu Menjadi resapan matahari Menyiram segala bunga Yang kuncup Di antara degup pipimu Aku dan pagi Membeku Bagai lereng rasa Yang menggunung Oleh deru rupamu Aku dan wajahmu Menderai Bagai ombak dan karang Mengempas rasa Yang berdebur Dan menepi Pada pantai dadamu Jakarta, 080415   

tembang E dan S

ada suara yang berdenyar ia begitu gemercik menjadi sebait hujan dan bermuara di antara dua pipimu adalah dingin yang menggigil di bawah rasa menjadi genangan waktu yang bergema menjadi rindu pada suaramu aku bertekuk...