Perihal Januari

Ia mendatangimu pada pagi yang biasa Membawa aroma embun Menggenggam bias matahari Di bawah dingin angin Kau bersenda dengan rindu Dan daun-daun kering Yang menunggu musim tiba Dan kamu memungutnya Pada pagi itu Antara hujan dan kemarau Menjadi pertemuan pagi dan siang Dan Januari yang...

Anatomi Pagi

Aku terbagun Dari tubuh yang mengakar Pada matahari yang binar Dan embun yang sumbang Sementara angin sengau Membawa rerenting beterbangan Ke lembah kata Yang berbisik pada waktu Aku terbangun Dari pualam rasa Ia menimang tubuh pagi Dan mengembuskannya Pada remah nadiku Pada pagi pias itu Aku terbangun Dari kata-kata...

Di Tubuhmu

aku seperti akar yang mati, kering tanpa rindu, lupa pada pasir, lumpuh di kesepian yang meradang, dan hilang perlahan. sebab di rumahku sudah melarat anggur, maka aku mengisap nadimu, menyeduh napasmu. dan perlahan rumahku hilang, dibawa angin yang entah, lalu, aku menjadi dewa yang murka, mengutuk...

Antara yang Datang dan yang Diam

Kau yang duduk di atas tenun pagi Merajut bias waktu Yang tergilas rasa Aku melihatmu membaca matahari Yang tak pernah terbenam Hanya berpijar Remang Dan nanar Di lembah matamu Kau yang duduk di batas siang Menyusuri mimpi Yang punah ditelan lengang Aku melihatmu Menjahit embun di beberapa...

Dialog Embun

hey, kamu pagi, ya? aku selalu ada di butamu, bermanja dengan angin yang mulai berdesau. dan kamu diam. menatap embun yang kubaca. dari ujung daun yang hampir jatuh. tapi kamu menahannya. hey, pagi. kau...

Kaleidoskop Rindu

Pagi yang setia Pada embun yang kian renta Siang yang lugu Mendekap matahari Yang lelap di bawah alismu Dan sore yang luka Ditinggal senja yang menua Aku dan musim Bagai pengantin yang berzikir Di atas tanah kering Dan retak oleh doa Kemarau menjadi luapan rindu Hujan...

pagi dan matamu

matamu yang gerimis adalah pagi yang rebah di tepi lelapku yang menjadi embun aku menjadi hujan dan gerimis di antara Desember yang kau sebut lagu Jakarta, 161214
Semburat Sore, Pantai Kuta, Bali.

Semburat Sore

Seperti angin yang kau empas Aromanya menjadi bius waktu Menerka sepoinya Menjadi bisikan rindu Yang berserakan di antara buih senja dan petang Aku temukan kau di balik suara sengau Mengeja semburat rindu Yang kau hirup dalam diam Dan kau lesatkan ke dalam...

Matahari Ibu

Helai waktu berucap lembut Pada bayang di sahara Yang kering sebab rindu Dan semua syahdu karena senyum ikhlas¬mu Ibu. Di antara senyum dan seni Tuhan Seputih napasmu dalam doa Aku masih merantau Di antara rindu yang kau ajarkan Waktu kukecil dulu Di bawah...

Ziarah Rindu

Aku berziarah Pada rindu yang semakin jauh Ia menjadi musim Seperti matamu Selalu semi di mataku Pada daun yang jatuh Aku bertanya Pernahkan kau membaca Saat kemarau menulis rindu Menjadi sabit Dan mengering Aku berziarah Pada rindu yang berteduh Di bawah alismu Yang kueja saat kemarau menjadi sendu Dan...