tembang E dan S

ada suara yang berdenyar ia begitu gemercik menjadi sebait hujan dan bermuara di antara dua pipimu adalah dingin yang menggigil di bawah rasa menjadi genangan waktu yang bergema menjadi rindu pada suaramu aku bertekuk...

Pagar Ilalang

Rumah yang kita bangun itu Kini tak lagi kau singgahi Hujan pun telah berubah Menjadi musim sepi dan kesepian Menunggu pintu terbuka Dan membawa kenangan masuk Tapi, kau menutupnya Dengan rindu yang kering Sedang rerumputan di halamannya, Kian tumbuh menjadi ingatan Tentang jendela yang...

Pertemuan Sunyi

Aku dan kamu Lahir dari rahim sunyi dan sepi Lewat celah rindu Kita besar di antara senja yang baru Kau mungkin tak tahu Senja yang menjadi doa Sekejap pilu sore itu Ia malu pada warna Yang bersarang di matamu Tapi aku tahu Kau merayu...

Berlayar dalam Mimpi

Lautku yang biru Menjadi wasiat waktu Yang kuselami Dan kujarah ikan-ikannya Untuk kupersembahkan Padamu yang agung Aku tak peduli Ibu dan aku lapar Atau hanya dapat merasakan ekornya saja Aku tak peduli Sebab lautku terlalu kaya untuk kusayangi Aku berlayar Dalam mimpi yang pias Sebab sauh yang...

menyeduh rindu baru: di sini!

selamat menambang imaji di bagian deru, desau, dan desah tulisanku. aku akan menjadi kerikil yang lembut. dan menjadi tebing yang landai. dalam beberapa rindu yang kuramu. biarlah kamu yang menyeka lelahku. dan aku memdekap...

Pertemuan Doa

Sore itu kita berjalan Di antara doa dan kerikil sunyi Kau bentangkan tanganmu Merelakan angin meringkus desaunya Dan aku menggenggam kabut Yang perlahan membelai matamu Kita melafalkan rindu Pada ketabahan sore Yang merangkak di antara embusan petang Perlahan kau memetik senja Dan menaruhnya pada...

Anatomi Pagi

Aku terbagun Dari tubuh yang mengakar Pada matahari yang binar Dan embun yang sumbang Sementara angin sengau Membawa rerenting beterbangan Ke lembah kata Yang berbisik pada waktu Aku terbangun Dari pualam rasa Ia menimang tubuh pagi Dan mengembuskannya Pada remah nadiku Pada pagi pias itu Aku terbangun Dari kata-kata...

Aku Desember

Aku yang lahir Dari debu yang risau Mengembara pada musim entah Bertemu beberapa rasa Yang menjadi kemarau Di tepi dadaku Di bawah lereng bisu Aku berjalan Tanpa tapak yang meronta Sebab aku adalah lumpur Yang...

Kaleidoskop Rindu

Pagi yang setia Pada embun yang kian renta Siang yang lugu Mendekap matahari Yang lelap di bawah alismu Dan sore yang luka Ditinggal senja yang menua Aku dan musim Bagai pengantin yang berzikir Di atas tanah kering Dan retak oleh doa Kemarau menjadi luapan rindu Hujan...

Sebelum Hujan Reda

Sebelum hujan reda Aku tak sempat berteduh Sebab rintiknya adalah puisi Dan rinainya adalah kamu Di bawah derai yang deras Deru dadamu kudengar berdetak Berdentum bagai angin yang silir Berdebar bagai napas yang sengau Sebelum hujan reda Gelombang matamu membanjiri segenap mataku Dan membasahi...