Antara yang Datang dan yang Diam

Kau yang duduk di atas tenun pagi Merajut bias waktu Yang tergilas rasa Aku melihatmu membaca matahari Yang tak pernah terbenam Hanya berpijar Remang Dan nanar Di lembah matamu Kau yang duduk di batas siang Menyusuri mimpi Yang punah ditelan lengang Aku melihatmu Menjahit embun di beberapa...

Upacara dalam Puisi

Selayaknya puisi ketika dibaca ia harus lantang dan jelas intonasinya. Begitu juga dengan Teks Proklamasi, Pancasila, dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang dibaca dan dilantangkan oleh sekelompok pegiat seni dan sastra siang tadi di...

Pada Sebuah Cerita

Ada sore yang menyelam Pada kedalaman matamu Menjadi laut biru Yang menyamar waktu Dan mengajakmu Aku bercerita Pada bayangmu dan sore Sebab warnanya semakin parau Menjadi barat yang Jauh Namun purba di wajahku Aku...

Kita Satu Gerbong

Aku masih ingat hujan sore itu. Saat aku bersandar pada dinding di tepi kolam renang. Jendela-jendela itu bisu. Ia sama sekali tidak menghiraukan mesranya hujan dengan mataku. Kabut yang liar mulai menjamah redupnya sore....

menyeduh rindu baru: di sini!

selamat menambang imaji di bagian deru, desau, dan desah tulisanku. aku akan menjadi kerikil yang lembut. dan menjadi tebing yang landai. dalam beberapa rindu yang kuramu. biarlah kamu yang menyeka lelahku. dan aku memdekap...

Dasar Bunga

-kepada Siti Hajar  Ada yang diam-diam pergi Memutik di antara layu bunga Mengering di bawah hujan Menyesap di tubuh rembulan Ia pergi Pada rumah kata yang berlembar Pada lubuk rindu yang bisu Ada yang diam-diam menari Menguncup di balik waktu Mengerang di bawah matahari Menjadi...

Pertemuan Doa

Sore itu kita berjalan Di antara doa dan kerikil sunyi Kau bentangkan tanganmu Merelakan angin meringkus desaunya Dan aku menggenggam kabut Yang perlahan membelai matamu Kita melafalkan rindu Pada ketabahan sore Yang merangkak di antara embusan petang Perlahan kau memetik senja Dan menaruhnya pada...