Matahari Ibu

Helai waktu berucap lembut Pada bayang di sahara Yang kering sebab rindu Dan semua syahdu karena senyum ikhlas¬mu Ibu. Di antara senyum dan seni Tuhan Seputih napasmu dalam doa Aku masih merantau Di antara rindu yang kau ajarkan Waktu kukecil dulu Di bawah...

KANGEN IBU

Percik matahari yang kau ajarkan kini sudah aku mengerti Tuhan yang kau tunjukkan dulu aku telah mengenalnya Tanpa rinai yang rapuh Tanpa angin yang keruh Tanpa langit yang riuh Tanpa malam yang subuh Sembahku...

Kita Satu Gerbong

Aku masih ingat hujan sore itu. Saat aku bersandar pada dinding di tepi kolam renang. Jendela-jendela itu bisu. Ia sama sekali tidak menghiraukan mesranya hujan dengan mataku. Kabut yang liar mulai menjamah redupnya sore....

Lelaki Sore

Lelaki itu bernama Randu. Ia menyapaku di antara sore yang hampir lelap ditelan malam yang gamang. Aku samar menatapnya sebab matahari mulai mengembara pada barat yang jauh. Ia hanya menyisakan beragam warna yang kusebut...

Menulis Rindu

Kepada Ibu, Bila pagimu adalah embun Menjadilah kering oleh matamu Dan menulis waktu Yang samar di hariku Adalah malam yang selalu redup Ia mejadi danau Yang rimbun oleh doa Ibu, Aku menulis awan Yang...

sementara desember masih hujan

tentang hujan yang mengering. oleh rindu yang semakin kemarau. di matamu. tentang kamu. yang menjadi parau di antara biru laut. dan aku menjadi tepi yang menunggu. bersama sepi yang berdesir. pada angin yang mereguk....

pagi dan matamu

matamu yang gerimis adalah pagi yang rebah di tepi lelapku yang menjadi embun aku menjadi hujan dan gerimis di antara Desember yang kau sebut lagu Jakarta, 161214

aku Desember

aku yang lahir dari beragam musim menjadi terjal di antara pekatnya rasa dan menenun rindu yang menjadi embun di lubuknya aku yang lahir kembali dari matamu yang purnama menjadi hujan dan menjadi gerimis yang...

adalah rindu

adalah matahari yang merayu angin. ia mengajaknya menjadi beku. dan menggumpal dalam desaunya. kau tahu, dinda? aku menjadi terjal dalam bekunya. dan kamu menjadi rindu dalam teriknya. Jakarta, 111214

menyeduh rindu baru: di sini!

selamat menambang imaji di bagian deru, desau, dan desah tulisanku. aku akan menjadi kerikil yang lembut. dan menjadi tebing yang landai. dalam beberapa rindu yang kuramu. biarlah kamu yang menyeka lelahku. dan aku memdekap...