Category: Seni

Reuni Januari

Sedang waktu semakin cemburu Pada gelembung musim Yang senantiasa diam Di antara relung matamu Antara kamu dan musim Selalu berseteru pada muara kemarau Yang kadang nanar Di tubuh waktu Dan berakar di nadimu Antara kamu dan puisi Selalu lahir rindu Dari rahim kata Yang diam dan berdiam Di senja tubuhmu Musim selalu bereuni Dengan kata […]

Jalan Setapak antara Kasta dan Harta

Hidup dalam sebuah “antara” adalah pilihan pelik yang tidak pernah menjadi sebuah pilihan bagi siapa pun. Namun, nasib terkadang memaksanya untuk menghendaki pilihan itu meski dalam dirinya tidak ada rasa atau kehendak untuk memilihnya. Tidak ada yang salah dengan pilihan itu. Termasuk dalam kehidupan yang terlibat “antara” di dalamnya. Surti, seorang gadis berusia 20 tahun […]

Ranggon Sastra: Antara Puisi dan Malam yang Senyap

Selama satu tahun (2016) Malam Puisi Komunitas Ranggon Sastra yang pernah menjadi rumah bagi puisi dan tempat mencari tumpukan kata yang berserakan bagi anggota Komunitas Ranggon Sastra (anggora) tidak pernah mengeluarkan laungannya. Entah karena kata-kata tidak pernah meronta pada puisi-puisi yang diam dan didiamkan oleh anggora tersebut atau puisi-puisi itu mencari rumah lain yang lebih […]

Balada Ibu

Sesederhana matahari Ia menjadi muara dan lumbung rindu Puisi selalu pulang pada wajahnya Mengendap pada kedip matanya Yang penuh doa Dan selalu teduh Ia senantiasa menjadi laut Bagi luka dan rindu Yang sengaja kuemban Ibu, Adalah waktu yang menyamar puisi Adalah rindu yang menyembunyikan bulan Di matanya Jakarta, 221216

Anatomi Pagi

Aku terbagun Dari tubuh yang mengakar Pada matahari yang binar Dan embun yang sumbang Sementara angin sengau Membawa rerenting beterbangan Ke lembah kata Yang berbisik pada waktu Aku terbangun Dari pualam rasa Ia menimang tubuh pagi Dan mengembuskannya Pada remah nadiku Pada pagi pias itu Aku terbangun Dari kata-kata yang usang Meneduh di bawah matahari […]

Ada Tangis yang Selalu Kita Rindu

Ada saatnya ketika cinta tidak lagi menjadi inti dari sebuah rindu dan kerinduan dalam sebuah keluarga. Tetapi, wajah mungil yang selalu menjadi bayang-bayang rindu dalam setiap doa dan asa. Sebuah tangis dan tangisan terkadang menjadi lagu yang tak pernah habis liriknya. Ia menderu bagai angin senja. Membawa resah pada setitik malam yang bisu. Ketika tangis […]

Dialog Hujan dan Teater pada Pembukaan Festival Teater Jakarta 2016

Sejak sore jelang malam, langit begitu teduh dan sedikit gelisah oleh matahari yang sendu. Gemuruh suara bergema dari penjuru waktu. Suara-suara sengau pun menjelma nyanyian menyambut malam. Sejenak temaram menjadi ruang di antara trotoar malam. Dan Plaza Teater Kecil menjadi saksi atas bisunya hujan yang berdialog dengan teater malam itu. Pada detak jam yang terus […]

Di Kotamu

Di kotamu Aku menemukan remah puisi Ia tergopoh di tangga waktu Mencari belukar Yang mengenyamnya Di kotamu Aku menemukan relung kata Ia meringkuk di antara reruntuhan rindu Menunggu kedip matamu Menunggu deru bibirmu Di kotamu Puisi menari Merayu kata Dan menerkam luka Di kotamu Puisi membangun rumah Dari puing kata yang rengkah Lalu kau diam […]

Dasar Bunga

-kepada Siti Hajar  Ada yang diam-diam pergi Memutik di antara layu bunga Mengering di bawah hujan Menyesap di tubuh rembulan Ia pergi Pada rumah kata yang berlembar Pada lubuk rindu yang bisu Ada yang diam-diam menari Menguncup di balik waktu Mengerang di bawah matahari Menjadi luapan laut Yang bergelombang Di bilik puisi Ia keluar lalu […]

Antara yang Datang dan yang Diam

Antara yang Datang dan yang Diam

Kau yang duduk di atas tenun pagi Merajut bias waktu Yang tergilas rasa Aku melihatmu membaca matahari Yang tak pernah terbenam Hanya berpijar Remang Dan nanar Di lembah matamu Kau yang duduk di batas siang Menyusuri mimpi Yang punah ditelan lengang Aku melihatmu Menjahit embun di beberapa dahan Menjadi daun waktu Yang berlari Di tengah […]