Berlayar dalam Mimpi

Lautku yang biru Menjadi wasiat waktu Yang kuselami Dan kujarah ikan-ikannya Untuk kupersembahkan Padamu yang agung Aku tak peduli Ibu dan aku lapar Atau hanya dapat merasakan ekornya saja Aku tak peduli Sebab lautku terlalu kaya untuk kusayangi Aku berlayar Dalam mimpi yang pias Sebab sauh yang...

Mitologi Pelangi dalam Masyarakat Madura

Tidak ada pelangi bagi masyarakat Madura Pelangi atau biasa disebut juga bianglala dalam kamus memiliki arti lengkung spektrum warna di langit, tampak karena pembiasan sinar matahari oleh titik-titik hujan atau embun. Namun, bagi masyarakat Madura pelangi...

Di Kota Tua

Ada yang tengah duduk Meminjam matahari yang karam Dan mereguk gelisah Ada yang tengah merajuk Pada angin yang silam Menyeduhnya menjadi pilu Aku dan kamu Memilin sore Menuai senja yang bisu Mereka melihat rindu Yang rebah dan tabah Di antara pukat matamu Di kota itu Jendela memaksa...

MENULIS NAMAMU, IBU

Pada malam yang berbeda Lewat telepon aku mendengarmu Seperti sendu dan haru Aku berderai Pada rindu yang kau ucap Engkau adalah lautku Yang kutulis menjadi rindu Dan aku adalah ombak Yang selalu meronta pada...

Tentang Pagi dan Wajahmu

Pagi begitu riang Beriak pada bias Yang mengerling Pada embun Dan kering Wajahmu Menjadi resapan matahari Menyiram segala bunga Yang kuncup Di antara degup pipimu Aku dan pagi Membeku Bagai lereng rasa Yang menggunung Oleh deru rupamu Aku dan wajahmu Menderai Bagai ombak dan karang Mengempas rasa Yang berdebur Dan menepi Pada pantai dadamu Jakarta, 080415   

Risalah Jalan Risalah Rindu

Pada soremu yang kerontang Sebilah senja menggenggam senyum Di lumbung matahari yang renta Aku menjadi tandu sepi di tepinya Dan kamu Menjadi sore yang cengang Sauh kita telah menjadi rumah Yang selalu menunggu rindu pulang Katamu Aku menyulam warna Yang kau tenun di antara...

Lewat Memo, Barangkali Presiden akan Mengerti

“Apa yang bisa dilakukan oleh penyair bila setiap kata telah dilawan dengan kekuasaan?” (W.S. Rendra) Petikan puisi ini barangkali mewakili kegelisahan beberapa penyair dari berbagai daerah yang bersatu dalam sebuah komunitas, yaitu Komunitas Penyair...

Dialog Embun

hey, kamu pagi, ya? aku selalu ada di butamu, bermanja dengan angin yang mulai berdesau. dan kamu diam. menatap embun yang kubaca. dari ujung daun yang hampir jatuh. tapi kamu menahannya. hey, pagi. kau...

Dialog Hujan dan Teater pada Pembukaan Festival Teater Jakarta 2016

Sejak sore jelang malam, langit begitu teduh dan sedikit gelisah oleh matahari yang sendu. Gemuruh suara bergema dari penjuru waktu. Suara-suara sengau pun menjelma nyanyian menyambut malam. Sejenak temaram menjadi ruang di antara trotoar...

Tora: Tokoh yang Kehilangan Karakter Dalam Novel “180”

Judul : 180 Penulis : Mohammed Cevy Abdullah & Noorca M. Massardi Penerbit : Kakilangit Kencana Cetakan : I, Desember 2015 Tebal : vi + 312 ISBN : 978-602-8556-68-2 Tora “180” “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum...