Kekasih Malam

Aku pernah ke Jakarta, tetapi bukan untuk menemuimu. Aku ke sana hanya sekadar melepas lelah. Menikmati pengapnya udara dan bisingnya waktu yang berbaur dengan karut-marut jalanan. Sembari melihat langit keruh di atas kota yang...

Kita Satu Gerbong

Aku masih ingat hujan sore itu. Saat aku bersandar pada dinding di tepi kolam renang. Jendela-jendela itu bisu. Ia sama sekali tidak menghiraukan mesranya hujan dengan mataku. Kabut yang liar mulai menjamah redupnya sore....

Perempuan dan Kacamatanya

Sore ini aku kembali ke tempat yang pernah kusinggahi beberpa tahun lalu. Tempat aku bertemu dengan lelaki misterius bernama Randu. Seorang lelaki yang telah pernah membuatku menggenang pada resapan waktu dan air mata. Ia...

Lelaki yang Lahir pada Bulan Desember

Aku masih merasakan hadirnya sebuah nama yang ketika kusebut selalu mengingatkan pada bulan kelahiranku. Di sebuah stasiun kereta ia memberikan secarik kertas yang berisi nama dan bulan lahir yang sama. Dan ia pergi meninggalkan...

Perempuan yang Bermain Biola

Seperti malam-malam yang biasa. Aku selalu bermalam dengan segelas kopi. Yang kuteguk perlahan di antara bisingnya jalanan. Dan di bawah kerlip bintang yang semu. Ada kalanya hujan menjadi kata yang bergerak. Dan singgah pada...

Lelaki Sore

Lelaki itu bernama Randu. Ia menyapaku di antara sore yang hampir lelap ditelan malam yang gamang. Aku samar menatapnya sebab matahari mulai mengembara pada barat yang jauh. Ia hanya menyisakan beragam warna yang kusebut...

Perempuan Penjual Kenangan

Kampung itu tiba-tiba geger oleh sebuah peristiwa pada suatu pagi yang begitu damai. Seorang gadis yang tak seorang pun tak mengenalnya tiba-tiba hilang setelah malam bersekutu dengan ringkih burung di pohon jati tepi sungai....

Perempuan yang Bermain Biola (2)

Diella Senja  Baiklah, aku memutuskan untuk pergi ke Bandung. Demi mewujudkan rasa dan perasaan penasaranku pada sebuah pertemuan yang semua orang anggap hanya khayalan. Khayalan tentang seorang perempuan yang tengah bermain biola di suatu kafe...

Segelas Cinta yang Rapuh

Aku masih bersandar pada angin yang sepoi sore itu di teras depan museum Fatahillah Kota Tua. Matahari yang suram seakan menahan rasaku yang pilu dan galau. Semua serasa hampa. Petikan dawai gitar para pengamen...

Paling Banyak dibaca