Category: Cerpen

Biru yang Pulang, Biru yang Malang

Biru yang Pulang, Biru yang Malang

(Perempuan Penjual Kenangan II) Kampung itu kembali digegerkan oleh suatu yang tak pernah diminta dan diharapkan oleh penduduknya. Dua tahun lalu, kampung yang begitu adem dan tenteram geger oleh hilangnya seorang gadis cantik, manis, dan saleh tiba-tiba hilang dan tak ada kabar sama sekali. Hari itu gadis tersebut kembali dengan segala kenangan yang telah dibuang […]

Perempuan yang Bermain Biola (2)

Perempuan yang Bermain Biola (2)

Diella Senja¬† Baiklah, aku memutuskan untuk pergi ke Bandung. Demi mewujudkan rasa dan perasaan penasaranku pada sebuah pertemuan yang semua orang anggap hanya khayalan. Khayalan tentang seorang perempuan yang tengah bermain biola di suatu kafe di Jakarta tempo lalu. Aku akan buktikan pada orang-orang yang mencibirku dan mengatakan aku gila di kafe waktu itu. Bahwa, […]

Perempuan Penjual Kenangan

Perempuan Penjual Kenangan

Kampung itu tiba-tiba geger oleh sebuah peristiwa pada suatu pagi yang begitu damai. Seorang gadis yang tak seorang pun tak mengenalnya tiba-tiba hilang setelah malam bersekutu dengan ringkih burung di pohon jati tepi sungai. Biru. Begitu orang-orang kampung mengenal dan memanggilnya. Sejak kecil ia diasuh oleh seorang ayah yang sangat mengasihinya. Ia tumbuh dan besar […]

Lelaki yang Lahir pada Bulan Desember

Lelaki yang Lahir pada Bulan Desember

Aku masih merasakan hadirnya sebuah nama yang ketika kusebut selalu mengingatkan pada bulan kelahiranku. Di sebuah stasiun kereta ia memberikan secarik kertas yang berisi nama dan bulan lahir yang sama. Dan ia pergi meninggalkan sebait puisi di bawah nama yang diberikan padaku. Desember. Sebuah nama yang sering menjadi diorama rasa bagi sebagian orang. Nama yang […]

Perempuan yang Bermain Biola

Seperti malam-malam yang biasa. Aku selalu bermalam dengan segelas kopi. Yang kuteguk perlahan di antara bisingnya jalanan. Dan di bawah kerlip bintang yang semu. Ada kalanya hujan menjadi kata yang bergerak. Dan singgah pada beberapa lembar buku yang selalu kukepit. Terkadang, dingin juga menjadi lenguhan tubuh. Yang meronda di bawah desir angin. Namun, aku masih […]

Kekasih Malam

Kekasih Malam

Aku pernah ke Jakarta, tetapi bukan untuk menemuimu. Aku ke sana hanya sekadar melepas lelah. Menikmati pengapnya udara dan bisingnya waktu yang berbaur dengan karut-marut jalanan. Sembari melihat langit keruh di atas kota yang linglung. Begitulah aku berdialog denganku, juga denganmu: seorang perempuan semu yang belum pernah bertemu, namun seperti ada dalam waktuku. Yeah, ia […]

Perempuan dan Kacamatanya

Sore ini aku kembali ke tempat yang pernah kusinggahi beberpa tahun lalu. Tempat aku bertemu dengan lelaki misterius bernama Randu. Seorang lelaki yang telah pernah membuatku menggenang pada resapan waktu dan air mata. Ia menjadi kejapan mata pada waktu itu. Menjadi benalu manis yang singgah dan lenyap ditelan sendunya malam. Itulah Randu. Lelaki yang memiliki […]

Segelas Cinta yang Rapuh

Aku masih bersandar pada angin yang sepoi sore itu di teras depan museum Fatahillah Kota Tua. Matahari yang suram seakan menahan rasaku yang pilu dan galau. Semua serasa hampa. Petikan dawai gitar para pengamen menjadi melodi sumbang di telinga. Sesaat aku tersenyum pada anak kecil yang menyuguhkan amplop kecil dan bernyanyi tanpa melodi. Tapi aku […]

Kita Satu Gerbong

Kita Satu Gerbong

Aku masih ingat hujan sore itu. Saat aku bersandar pada dinding di tepi kolam renang. Jendela-jendela itu bisu. Ia sama sekali tidak menghiraukan mesranya hujan dengan mataku. Kabut yang liar mulai menjamah redupnya sore. Aku melihat burung senja mulai beterbangan seaakan ada pemandunya. Dan di antara rebahnya hujan yang mulai kering aku beranjak pada sebuah […]

Lelaki Sore

Lelaki itu bernama Randu. Ia menyapaku di antara sore yang hampir lelap ditelan malam yang gamang. Aku samar menatapnya sebab matahari mulai mengembara pada barat yang jauh. Ia hanya menyisakan beragam warna yang kusebut senja. Tak ubahnya panggung yang elok mataku tanpa mengedip menatapnya. Tepat di bawah pohon kecil daunnya semampai aku duduk menatap ragam […]