Kabar Hari Ini

Kudengar kabar hari ini Bahwa angin enggan berembus Matahari meminang sinarnya sendiri Tak rela ia biaskan pada bumi Sebab kau. Sebab kau yang memintanya. Kudengar kabar hari ini Senja sore nanti, Ia tak akan memamerkan warnanya Sebab ia malu Pada warna yang merona Di antara...

Pagar Ilalang

Rumah yang kita bangun itu Kini tak lagi kau singgahi Hujan pun telah berubah Menjadi musim sepi dan kesepian Menunggu pintu terbuka Dan membawa kenangan masuk Tapi, kau menutupnya Dengan rindu yang kering Sedang rerumputan di halamannya, Kian tumbuh menjadi ingatan Tentang jendela yang...

Arjuna Berubah Menjadi Perempuan

Judul : Perempuan Bernama Arjuna 3 (javanologi dalam fiksi) Penulis : Remy Sylado Penerbit : Nuansa Cendekia Cetakan : I, 2015 Tebal : 308 ISBN : 978-602-350-006-2 Arjuna adalah salah satu nama dalam dunia wayang yang lahir dari seorang ibu...

Di Tubuhmu

aku seperti akar yang mati, kering tanpa rindu, lupa pada pasir, lumpuh di kesepian yang meradang, dan hilang perlahan. sebab di rumahku sudah melarat anggur, maka aku mengisap nadimu, menyeduh napasmu. dan perlahan rumahku hilang, dibawa angin yang entah, lalu, aku menjadi dewa yang murka, mengutuk...

Perempuan yang Bermain Biola (2)

Diella Senja  Baiklah, aku memutuskan untuk pergi ke Bandung. Demi mewujudkan rasa dan perasaan penasaranku pada sebuah pertemuan yang semua orang anggap hanya khayalan. Khayalan tentang seorang perempuan yang tengah bermain biola di suatu kafe...

adalah rindu

adalah matahari yang merayu angin. ia mengajaknya menjadi beku. dan menggumpal dalam desaunya. kau tahu, dinda? aku menjadi terjal dalam bekunya. dan kamu menjadi rindu dalam teriknya. Jakarta, 111214

Ranggon Sastra Berpuisi “Lagi”

“Yang terpenting bukanlah tempat terbaik, tetapi tempat tercinta” Rendra.   Membaca puisi sudah menjadi candu bagi anggora (sebutan untuk anggota Komunitas Ranggon Sastra/KRS), hal ini dapat dilihat dari kegemaran anggora setiap Sabtu malam. Pada malam yang...

Genderang Suara di Semak-semak Malam

Malam Puisi 6 Komunitas Ranggon Sastra Suara tambur dan gitar beradu menjadi gemuruh malam yang bisu. Lelehan beberapa lilin dan temaramnya menjadi melodi cahaya yang berdenyar. Suatu malam yang senyap tetapi menggema dengan suara-suara yang...

Segelas Cinta yang Rapuh

Aku masih bersandar pada angin yang sepoi sore itu di teras depan museum Fatahillah Kota Tua. Matahari yang suram seakan menahan rasaku yang pilu dan galau. Semua serasa hampa. Petikan dawai gitar para pengamen...

Kita Satu Gerbong

Aku masih ingat hujan sore itu. Saat aku bersandar pada dinding di tepi kolam renang. Jendela-jendela itu bisu. Ia sama sekali tidak menghiraukan mesranya hujan dengan mataku. Kabut yang liar mulai menjamah redupnya sore....