Sebelum Hujan Reda

Sebelum hujan reda Aku tak sempat berteduh Sebab rintiknya adalah puisi Dan rinainya adalah kamu Di bawah derai yang deras Deru dadamu kudengar berdetak Berdentum bagai angin yang silir Berdebar bagai napas yang sengau Sebelum hujan reda Gelombang matamu membanjiri segenap mataku Dan membasahi...

Pertemuan Doa

Sore itu kita berjalan Di antara doa dan kerikil sunyi Kau bentangkan tanganmu Merelakan angin meringkus desaunya Dan aku menggenggam kabut Yang perlahan membelai matamu Kita melafalkan rindu Pada ketabahan sore Yang merangkak di antara embusan petang Perlahan kau memetik senja Dan menaruhnya pada...
Singkong sebelum jadi Tapai

Tapai dan Kenangan Masa Kecil

Tapai dan Kenangan Masa Kecil. Sebagai orang kampung yang lahir dan besar di sana tentu tidak akan pernah asing dengan jenis penganan yang satu ini, yaitu Tapai. Tapai merupakan jenis penganan yang mudah dan...

Nh. Dini dalam Beberapa Ingatan

Setiap orang yang pergi akan selalu meninggalkan jejak. Sekecil apapun jejak itu akan dikenang dengan beragam tafsir dan beragam arti. Meski hanya sebatas kenangan, jejak itu akan selalu diingat, dalam ingatan, dalam tulisan, atau...

Kabar Hari Ini

Kudengar kabar hari ini Bahwa angin enggan berembus Matahari meminang sinarnya sendiri Tak rela ia biaskan pada bumi Sebab kau. Sebab kau yang memintanya. Kudengar kabar hari ini Senja sore nanti, Ia tak akan memamerkan warnanya Sebab ia malu Pada warna yang merona Di antara...

Pertemuan Sunyi

Aku dan kamu Lahir dari rahim sunyi dan sepi Lewat celah rindu Kita besar di antara senja yang baru Kau mungkin tak tahu Senja yang menjadi doa Sekejap pilu sore itu Ia malu pada warna Yang bersarang di matamu Tapi aku tahu Kau merayu...

Pagar Ilalang

Rumah yang kita bangun itu Kini tak lagi kau singgahi Hujan pun telah berubah Menjadi musim sepi dan kesepian Menunggu pintu terbuka Dan membawa kenangan masuk Tapi, kau menutupnya Dengan rindu yang kering Sedang rerumputan di halamannya, Kian tumbuh menjadi ingatan Tentang jendela yang...

Rumah Ingatan: Rumah yang tak pernah Kosong

Membaca puisi seperti menyeberangi sebuah jembatan gantung yang begitu panjang pada ketinggian yang lumayan tinggi. Sang pembaca akan dipenuhi perasaan yang berbeda, mulai dari ragu, khawatir, cemas, deg-degan, bahkan membawa sang pembaca pada puncak...

Kesaksian Sore

Aku menulis tentang anggur Pada sebuah angin sore Dibawanya pada kursi kosong Yang tengah meringkuk dingin Dan kedinginan Di seberang jalan, Aku melihatmu menggenggam kenangan Mengelus dan membuangnya Pada botol yang kau lempar jauh Terbawa rindu yang tak lagi peduli Pada racau bibirmu yang...

Perihal Januari

Ia mendatangimu pada pagi yang biasa Membawa aroma embun Menggenggam bias matahari Di bawah dingin angin Kau bersenda dengan rindu Dan daun-daun kering Yang menunggu musim tiba Dan kamu memungutnya Pada pagi itu Antara hujan dan kemarau Menjadi pertemuan pagi dan siang Dan Januari yang...

Paling Banyak dibaca