Antara petakan sawah
Yang petak demi petaknya
Menjadi gumpalan rindu
Aku duduk di tepinya
Merayu angin
Yang desirnya
Mengalahkan kicauan rasa
Dan desaunya
Menjadi puisi

Aku mengibas senja
Di antara tebing sore
Menenunnya menjadi doa
Dan membacanya
Di bawah lesapan matanya
Dan rindu

Begitu adem
Ketika sore menengadah
Pada matahari
Di atas lengkungan matamu
Dan aku berbicara
Pada hari yang menua
Pada sore yang bercinta

Ketika malam
Aku menggigil
Oleh luapan rindu
Yang rebah
Di antara terjalnya sepi
Di dalam dengkur waktu

Madura, 300615

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here