Sesederhana matahari
Ia menjadi muara dan lumbung rindu

Puisi selalu pulang pada wajahnya
Mengendap pada kedip matanya
Yang penuh doa
Dan selalu teduh

Ia senantiasa menjadi laut
Bagi luka dan rindu
Yang sengaja kuemban

Ibu,
Adalah waktu yang menyamar puisi
Adalah rindu yang menyembunyikan bulan
Di matanya

Jakarta, 221216

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here