Ini bukan kisah atau cerita, tapi inilah adanya, silakan dicerca eh dicerna.

 

Malam itu, yah malam itu, aku duduk di antara meja dan kacang rebus beraroma sendu. Kopi dan teh seakan memintaku meneguk bersama dan musik di kafe itu semakin malam semakin lantang membuat kopi dan teh beradu di antara tegukan dan cegukan yang diakhiri dengan batuk, uhuk. Kok kayak mau nulis puisi, ya, hehehe…

Nah, iya malam itu saya lagi meneguk kopi tanpa gula karena setiap penikmat kopi selalu bilang:………….. gitu, kan?! Dan pada malam itu juga saya bersama Mas Putra Rizky salah seorang yang bekerja di C2Live, Jakarta meminta saya dan Kang Arul, Founder Kelas Blogger untuk menyiapkan pasukan, (loh kok pasukan) maksudku mengajak teman-teman Kelas Blogger untuk menyaksikan dan menjadi saksi (duh, kayak mau akad aja) nanti tanggal 9-10 Mei 2018 di Bandung. Nah, saksi apa itu? Kok nggak dikasih tahu. wekawekaweka….

Kami (Kelas Blogger) diminta mengajak tiga puluh blogger untuk mengikuti beberapa acara seru yang menurut saya adalah jalan-jalan sembari makan-makan sampai puas. Dan benar, pada hari yang telah dinanti dan ditunggu tiba, (lanjut di bawah, ya…)

 

Ke Bandung Lagi…….! 

Rasanya, hampir tiap bulan bahkan tiap pekan ke bandung. 😀 

Pada malam itu, Selasa 8 Mei tepatnya satu hari sebelum berangkat ke Bandung, beberapa blogger membatalkan diri untuk ikut acara seru dan seru dengan beberapa alasan, dan saya hanya berkata, yasudahlah. Malam itu juga harus cari penggantinya dan syukur Alhamdulillah dapat meski dengan lelah, tapi tetap saja menyenangkan.

Coba bayangkan: demi acara seru dan keren ini beberapa blogger dari Kelas Blogger Jakarta rela begadang di salah satu tempat nongkrong di sekitar Cikini tak sabar menunggu hari esoknya. Saya pun tidak ikutan (harusnya ikutan ya, parah emang hahaha) begadang dengan teman-teman tapi nyusul pada dini hari tepatnya pukul 03.00 lebih dikitlah untuk bergabung dan siap-siap menyambut teman-teman blogger lainnya di Taman Ismail Marzuki, tempat yang saya tentukan sebagai titik temu. (bukan titik temu antara dua hati, ya :p).

Sebelum pagi benar-benar buta, saya pun meresapi dingin angin di antara lampu-lampu yang mulai redup. Desir dan desaunya benar-benar menusuk aroma tubuh yang mulai mengutuk malam. Lalu, subuh pun bergema di beberapa penjuru membuyarkan dingin angin yang tak ingin pergi dari tubuh ini. Aih, nyastra lagi….

Setengah enam lewat kami pun genap berkumpul dan menunggu mobil yang menjemput dan membawa ke Bandung. Kami, tiga belas blogger pagi itu mulai berbagi segala cerita tentang perjalanan paginya menuju TIM. Meski pagi telah pergi, sebagian masih larut dalam mimpi sepanjang jalan menuju Bandung.

Greko, yang menyambut kami dengan diam. :p

Tiba di Bandung kami disambut dengan semringah meski wajah-wajah kami masih dalam keadaan kucel bin kumal. Satu persatu bergantian cuci muka dan ganti baju batik sebagi Dress Code acara siang itu. Kami tiba di sebuah tempat yang di depannya bertebaran bunga-bunga indah tapi bukan untuk kami. (syedihnyaaaa). Greko nama tempat itu, sebagai singkatan dari The Green Kosambi atau sekarang dikenal dengan Greko Creative Hub.

Kami diajak santai-santai dan bertemu dengan teman-teman blogger Bandung yang kami undang sebagai pelengkap dari 30 orang di atas. Kami semakin ceria setelah bergabung dengan teman-teman karena keseruan semakin dekat. Dan benar. Siang itu, keseruan dimulai, yaitu: makan-makan sepuasnya di Pasar Pinuh yang terdapat di lantai 3. Pasar Pinuh merupakan Food Court yang menjadi salah satu destinasi jika berkunjung ke Greko ini. Di Pasar Pinuh, kita akan menemukan banyak hal, mulai dari makanan yang beragam, minuman, barangkali juga jodoh, loh?!

Kartu Juara Pasar Pinuh.

Yeah, di Pasar Pinuh itulah eatventure dimulai. Biasanya, kan saya melakukan adventure tapi siang itu diganti menjadi eatventure. Tentu paham, kan maksudnya. Nah, konsep Pasar Pinuh yang penuh dengan menu-menu yang bikin lidah langsung ngiler seperti Mie Kwantung Makassar, Se’i Sapi Kosambi, Nasi Goreng Rawon, Lontong Kikil, Martabak, dan Roti Tissue. Minumannya juga bikin ngiler, gimana nggak ngiler kalau makannya sebanyak itu, seperti Teh Tamarin, Es Pelangi, Es Pontianak, dan yang paling disenangin sama teman-teman adalah minuman Cap Badak. Kebayang, kan gimana puasnya makan siang itu. Makanya, kalau kalian ke Bandung jangan sampai lupa mampir dan harus nyobain ragam makanan yang ada di Pasar Pinuh.

Pasar Pinuh ada di lantai 3 di The Green Kosambi (Greko) di Somerset Asia Afrika, Jl. Ahmad Yani, No. 136, Bandung. Kamu dan kamu harus ke sana kalau pas lagi di Bandung. Beneran rugi kalau nggak nyempatin diri ke sana karena selain ada Pasar Pinuh ada juga Jeanologia yang membuat pakaian dan fashion kamu sesuai selera.

Tanpa terasa, siang beranjak tanpa berjejak dan sore menunggu dengan segala kegelisahannya. Kami pun diantar ke tempat kami menginap, sedang teman-teman blogger dari Bandung kembali ke rumahnya masing-masing. Sore pun mengantar kami pada malam yang seakan lelah melihat kelelahan kami, tapi kami tidak lelah sebab setengah potong ayam goreng yang disajikan dilahap habis tanpa sisa, hahahaha….

Malam itu, ada yang bercanda dengan hening dan keheningan, ada yang berbisik dengan rasa dan perasaan yang sumbang. Ada juga yang menikmati sendunya malam dengan kasih dan kekasihnya di atas ranjang sunyi dan kesunyian. Apa, sih?! :p Dan pagi pun menunggu kami jamah dengan rasa riang. Kami pun beranjak mengempas segala lelah sebab keseruan kemarin belum tuntas kami rasakan.

Kamis, 10 Mei 2018 pukul setengah 10 pagi kami dijemput kembali dan dibawa ke tempat kemarin, yaitu The Green Kosambi alias Greko. Nah, hari itu kami menyaksikan Fashion Show rancangan Itang Yunas dan Lotta Aleksandrovna Senk atau lebih dikenal dengan sapaan Senk Lotta menjadi salah seorang peraganya. Wuh… pada acara itu ramai dan seru banget. Saking serunya kami nggak sadar bahwa siang telah diam-diam merenggut pagi. Kami pun menyapa Itang Yunas dari dekat, dekat sekali dan berfoto bersama dengannya.

Ini difotoin sama Kang Ali. 🙂

Lalu, apa yang terjadi setelah itu? Ke Pasar Pinuh lagi kami kembali, yeah! Benar-benar eatventure, kan. Di Pasar Pinuh kami kembali berbaur dengan ramai dan keramaian yang bercampur haru, cailah…. Yapz, kami dihidangkan makanan-makanan enak bin lezat lagi siang itu. Betapa tidak, kami sampai sore di Pasar Pinuh tidak hanya disajikan makanan tapi juga Live Music yang menggema. Seperti biasa, kalau ada mic nganggur saya selalu ingin menyoleknya, ih…. Dan benar, saya tak tahan untuk tidak menyumbang lagu meski sumbang yang penting: bernyanyiiiiii……

Selesailah keseruan sore itu. Kami pun berpamitan pada pihak Greko dan C2Live juga teman-teman blogger Bandung yang dikomando Kang Ali Muakhir. Eh, tidak lupa pada Mas Putra Rizky yang mengundang dan menemani keseruan selama di Bandung. Dan, sore itu kami kembali ke Jakarta, dengan senja yang menyala di antara perjalanan pulang dan sore yang riang.

Sore itu…..

Selesai!

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here